OUR AFFILATES

Animanga Indonesia RPG Organization Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Free shoutbox @ ShoutMix

 

>> Pemanasan global, getting hot or getting cold?
Uki Uki
Posted: Apr 13 2007, 10:05 PM


Administrator
Group Icon

Group: Admin
Posts: 510
Member No.: 2
Joined: 14-March 07



Aku nonton di Metro TV
acara Naked Scince
kebetulan topik nya lagi pemanasan global

di situ di jelasin. Pemanasan global malah mengakibatkan suhu bumi menjadi lebih dingin. Kenapa? Karena bumi ini menjadi panas akibat pemanasan global, kutub utara mencair. Otomatis, mencair jadi air kan? Nah, kalo es itu kan air tawar (maksud nya engga ada kadar garem). Kalo mencair, nanti laut akan kebanyakan kandungan air tawar di bandingkan air asin. Itu menggangu sirkulasi apalah. Pokoknya sirkulasi tersebut akan menjadi melambat. Pokoknya, semakin banyak es yang mencair, semakin banyak kandungan air tawar di laut, dan semakin memperhambat sirkulasi ??? *sori lupa _ _'*.
Sebetul nya ada 2 faktor yang menyebabkan air tawar bertambah

1. Es mencair itu tadi
2. Di Amerika utara, Canada kalo engga salah. Sekitar situ lah. Ternyata di sana tuh ada danau, dan danau tersebut deket laut dan di batesi sama Es. Nah, es nya retak dan hancur. Lalu aer tawar secara besar-besaran lepas di laut.

Nah, kenapa akibat pemanasan global malah membuat bumi menjadi dingin? Ya itu tadi, ada sirkulasi ??? yang terhambat dan menyebabkan bumi menjadi lbih dingin. Menurut riset, ternyata Bagian Eropa.. Inggris deh kayak nya. Suhu nya menurun brapa derajat gt. Di takut kan, suhu Eropa nanti turun menjadi suhu yang seperti di Canada. Kalo itu terjadi, kemungkinan akan terjadi era Es lagi. KATA profesor di naked science.. era Es akan terjadi beberapa taun lagi.

Well, Ice Age is comming soon. Bisa ketemu sama mamoth XD.gif *di lempar sendal*
WKAKAKKA

tapi juga banyak teori sih tentang pemanasan global. Soalnya aku pernah post topik ini di FFio, yang mengatakan bahwa akibat pemanasan global, smua Es mencair, dan pulau2 tenggelam. Ada yang pernah nonton film apa gt.. gara2 pemanasan globalnya parah, bumi jadi beku.
Hiiiy~ ><

tapi kalo menurut ku, akibat pemanasan global lalu terjadi ice age lagi. Ya, mungkin supaya bumi menjadi lebih baek lage. Biar suhu bumi balik normal. atau malah.. =_= naudzubillah _ _'

jadi ada 2 versi
-bumi menjadi semakin panas dan panas.. es mencair. smua pulau tenggelam.
-bumi menjadi panas.. lalu dingin. Ice age~

kalo aku sih.. kalo kutub utara sama selatan mencair, kayak nya engga smua pulau tenggelem deh =_= kalo semakin dingin.. yah, mungkin masuk akal juga. Tapi apakah akan terjadi Ice age baru lagi??
jadi? aku sih 50-50, tapi aku lebih condong ke yang ' bumi akan semakin dingin '

well, who knows?
how bout you?


--------------------
user posted image]

My Blog What the Fruit? Mwakakkaka. Just read it. And you'll see
Top
Ikusawa
Posted: Apr 14 2007, 01:02 PM


Administrator
Group Icon

Group: Admin
Posts: 377
Member No.: 1
Joined: 14-March 07



Well, ini makalah yg gw bikin sama tmen gw..
QUOTE

BAB 1: PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Pemanasan global atau Global Warming adalah menghangatnya permukaan Bumi selama beberapa kurun waktu. Sebenarnya pemanasan global adalah gejala yang alamiah. Karena jika tidak, bumi akan mendingin seperti yang terjadi 15.000 tahun lalu. Pemanasan ini juga dikenal sebagai efek rumah kaca.

Pada awalnya, sinar matahari yang datang dan memberikan panas kepada bumi. Tetapi udara panas di lapisan bumi itu naik ke atas sehingga permukaan bumi menjadi sejuk. Kemudian, oleh gas-gas yang ada dibumi (Karbon Dioksida, Metan dan Natrium Oksida) udara panas tersebut dipantulkan lagi kebawah sehingga menjaga bumi agar tetap hangat.

Tetapi gejala alamiah ini mulai menjadi tidak sehat sejak manusia memasuki proses industri. Manusia mulai banyak membakar batu bara, minyak dan gas bumi untuk menghasilkan bahan bakar listrik. Proses ini menghasilkan Karbon Dioksida (CO2) maupun Karbon Monoksida (CO) yang akan memantu ‘menahan’ udara panas untuk keluar dari bumi. Udara panas tersebut adalah yang kita kenal sebagai Global Warming (pemanasan global) saat ini.

Karena itu, kami berharap, dengan adanya karya tulis ini kami dapat memberi informasi kepada pembaca untuk menghindari atau sekedar mencegah dan mengetahui efek-efek yang ditimbulkan dari pemanasan global tersebut sehingga setidaknya kita siap ketika efek-efek tersebut datang. Selain itu, kami juga berharap supaya kita semua bersama mengurangi faktor-faktor yang dapat menimbulkan atau memperparah pemanasan global.

1.2 Permasalahan
-Apa masalah yang di timbulkan dari pemanasan global?
-Mengapa pemanasan global disebut juga efek rumah kaca?
-Apa saja dampak buruk dari pemanasan global?
-Bagaimana cara penanggulangan Pemanasan global?

1.3 Tujuan
Karena cukup seriusnya masalah pemanasan global ini, kami berharap karya tulis kami dapat memberi pengetahuan kepada pembaca tentang adanya pemanasan global saat ini dan bagaimana cara menghadapianya.

1.4 Metode Penelitian
Kami mendapatkan data-data tersebut dari internet.

1.5 Kegunaan dan Manfaat Penelitian
Kegunaan penelitian ini adalah memberi informasi tentang faktor-faktor penyebab terjadinya pemanasan global dan bagaimana cara meminimalkannya.

1.6 Sistematika Penelitian
Bab 1: Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
1.2 Permasalahan
1.3 Tujuan
1.4 Metode Penelitian
1.5 Kegunaan Penelitian
1.6 Sistematika Penelitian
Bab 2: Isi
Bab 3: Penutup

BAB 2: ISI

2.1. Penyebab Global Warming
Menurut informasi yang kami dapat, penyebab global warming beraneka ragam. Antara lain:
- Gejala alam
- Polusi udara
- Penggunaan CFC dan Aerosol
- Pternakan dan pertanian
- Gas methan akibat penimbunan sampah

2.1.1 Gejala Alam
Sesungguhnya, pemanasan global ini merupakan gejala alam yang ilmiah. 15.000 tahun lalu, bumi mengalami pendinginan. Semenjak itu, terjadi pemanasan bumi yang semakin lama semakin naik. Karena jika tidak, bumi menjadi dingin seperti masa lampau tersebut.

2.1.2 Polusi
Telah disebutkan sebelumnya bahwa pemanasan global sebenarnya adalah gejala alam. Tetapi gejala alam ini menjadi tidak sehat sejak manusia memasuki masa industri (abad ke 18). Komposisi gas di atmosfer menjadi terganggu. Antara lain: CO2 (Karbon dioksida),CH4(Metan) dan N2O (Nitrous Oksida), HFCs (Hydrofluorocarbons), PFCs (Perfluorocarbons) and SF6 (Sulphur hexafluoride).Gas ini disebut gas rumah kaca.

Gas-gas itu secara alami juga karena aktivitas manusia yang telah merusaknya. Sejak dikenalnya industri, manusia sering membakar bahan bakar primer seperti batu bara. Pembakaran tersebut menghasilkan gas-gas yang mengganggu kadar atmosfer dibumi.

Lalu, timbul pertanyaan mengapa terganggunya kadar atmosfer di bumi menyebabkan pemanasan global? Atmosfer adalah lapisan gas yang melindungi bumi dan merupakan sistem proteksi bumi. Saat panas,matahari datang ke arah bumi sebagai gelombang pendek, beberapa dari panas itu ‘ditolak’ atau dipantulkan kembali oleh bagian-bagian dari atmosfer dan sisanya diteruskan kebumi. Bumi, yang terkena panas matahari tersebut juga memantulkannya kembali keluar bumi sebagai gelombang panjang. Inilah kejadian yang alami.

Kejadian alami tersebut menjadi tidak sehat karena panas yang dipantulkan dari bumi terperangkap oleh ‘pagar’ di atmosfer. ‘Pagar’ tersebut tidak lain adalah gas-gas yang sudah dikacaukan oleh manusia melalui aktivitasnya seperti pembakaran.

Proses pancaran sinar matahari dari angkasa menembus atmosfer  sampai menuju permukaan bumi hingga dapat kita rasakan suhu bumi menjadi hangat disebut efek rumah kaca. Tanpa ada efek rumah kaca di sistem ikim bumi, maka bumi menjadi tidak layak dihuni karena suhu bumi terlalu rendah (minus).

2.1.3 Penggunaan Aerosol dan CFC
CFC kepanjangan dari chloro-fluoro-carbo'. CFC tidak terbentuk secara alami. Kita memakainya untuk keseluruhan proses industri. CFCdigunakan sebagai pendingin di lemari es dan bahan pembakar pada aerosol. Hanya ada dalam jumlah kecil di atmosfer (kurang dari 0,000001%), namun mereka memiliki sekitar 10.000 kali 'efek rumah kaca' dari CO2 CFC juga menghancurkan ozon - bagian penting yang berada di lapisan atas atmosfer.

2.1.4 Pertanian dan Peternakan
Saat petani menambah pupuk penyubur nitrogen ke dalam tanah, beberapa dari nitrogen tersebut berubah menjadi Nitro Oksida (N2O) - gas rumah kaca yang sangat kuat.Sapi menciptakan gas methan saat rumput mengalami peragian di perut mereka. Ada sekitar 1,2 miliar ternak sapi didunia, semuanya menambah kadar gas rumah kaca seluruh dunia.

2.1.5 Methan akibat penimbunan Sampah
Saat kita membuang makanan dan sampah taman ke dalam tempat sampah, maka sampah-sampah tersebut akan dibawa dan terkubur di tempat-tempat pembuangan sampah. Saat sampah yang berada paling bawah mengalami pembusukan, terbentuklah gas methan.

2.2 Global Warming serupa dengan Efek Rumah Kaca
Mengapa disebut efek rumah kaca? Hal ini diambil dari cara petani di negara yang beriklim sedang atau dingin. Kaca, sebuah benda yang dapat menahan panas. Para petani membuat sebuah rumah kaca (hothouse) untuk menjaga agar tanaman didalam rumah kaca tersebut tetap hangat. Saat panas matahari masuk ke dalam rumah kaca karena menembus kaca, panas matahari terpantul kembali oleh materi-materi didalam rumah kaca. Tetapi panas yang terpantul tidak dapat keluar dari rumah kaca dan tetap terperangkap sehingga suhu di dalam rumah kaca tetap hangat.

Apa yang terjadi di dalam rumah kaca tersebut serupa dengan apa yang terjadi di bumi kita ini. Dan karena inilah mengapa global warming sering disebut akibat dari efek rumah kaca.

2.3 Perubahan Iklim Akibat dari Global Warming
Salah satu akibat global warming adalah berubahnya iklim. Berubahnya iklim ini dapat kita rasakan secara langsung. Musim kemarau yang lebih panjang dari biasanya membuat berkurangnya musim hujan. Musim hujan yang pendek memaksa hujan turun lebih banyak, sehingga curah hujan naik dan dalam beberapa kasus dapat menyebabkan banjir.

Secara sederhana, hubungan pemanasan global dan perubahan iklim adalah sebagai berikut. sinar matahari yang tidak terserap permukaan bumi akan dipantulkan kembali dari permukaan bumi ke angkasa. Sebagaimana telah dijelaskan di atas, sinar tampak adalah gelombang pendek, setelah dipantulkan kembali berubah menjadi gelombang panjang yang berupa energi panas (sinar inframerah), yang kita rasakan. Namun sebagian dari energi panas tersebut tidak dapat menembus kembali atau lolos keluar ke angkasa, karena lapisan gas-gas atmosfer sudah terganggu komposisinya (komposisinya berlebihan).

Akibatnya energi panas yang seharusnya lepas keangkasa (stratosfer) menjadi terpancar kembali ke permukaan bumi (troposfer) atau adanya energi panas tambahan kembali lagi ke bumi dalam kurun waktu yang cukup lama, sehingga lebih dari dari kondisi normal, inilah efek rumah kaca berlebihan karena komposisi lapisan gas rumah kaca di atmosfer terganggu, akibatnya memicu naiknya suhu rata-rata dipermukaan bumi maka terjadilah pemanasan global. Karena suhu adalah salah satu parameter dari iklim dengan begitu berpengaruh pada iklim bumi, terjadilah perubahan iklim secara global.

2.4 Akibat dari Global Warming
Beberapa akibat dari global warming adalah perubahan iklim seperti yang sudah dibahas diatas. Masyarakat Eropa sudah sangat mengalami akibat dari pemanasan global ini. Banyak dari mereka yang mengalami kepanasan dan dehidrasi. Selain itu juga, dimungkinkan adanya kepunahan dari binatang-binatang yang berhabitat dikutub jika mereka tidak dapat beradaptasi dengan udara panas. Juga tidak turunnya salju di beberapa negara.

Naiknya permukaan air laut merupakan akibat pemanasan global yang cukup serius. Pemanasan global telah membuat 10% salju dunia mencair. Hasil pencairan salju itu akan bergabung menjadi air dan menambah volume air laut, sehingga permukaan air laut menjadi lebih tinggi

Yang menarik perhatian kami berhubungan dengan naiknya permukaan air adalah negara-negara yang merupakan dataran rendah dan luas seperti Bangladesh semakin lama akan semakin terendam air laut.

2.5 Mengatasi Global Warming
Seperti nasi sudah menjadi bubur, begitulah nasib bumi kita ini. Hanya ada sedikit harapan untuk menghilangkan pemanasan global dan membuat temperatur dibumi stabil. Caranya adalah dengan menetralisir gas-gas yang telah kami sebutkan diatas tersebut kembali normal 100%. Dan menurut kami ini adalah sesuatu yang mustahil.

Jika memang demikian, lalu apa yang dapat kita perbuat? Kita memang mungkin tidak bisa menetralisir atmosfer seperti sedia kala, tetapi kita dapat memperlambat akibat pemanasan global yang lebih buruk.

Hal-hal yang dapat kita lakukan antara lain mengurangi penghasilan gas karbondioksida dengan berbagai cara, yaitu menghemat listrik sebisa mungkin karena 40% karbon dioksida dihasilkan oleh tenaga listrik ini. Selain itu kita juga dapat menanam pohon untuk memproduksi O2 yang lebih banyak dan untuk menyerap CO2, agar kita tidak menambah kacau gas-gas yang ada di atmosfer.

Pemerintah memberi penyuluhan kepada seluruh lapisan masyarakat baik masyarakat awam maupun masyarakat industri.Agar mereka dapat mengetahui penyebab pemanasan global,sehingga mereka bisa menaggulanginya dengan dini.

Mengurangi penggunaan Parfum,AC,serta kulkas,karena barang-barang tersebut menghasilkan gas CFC yang dapat merusak Ozon.

Untuk penimbunan sampah,seharusnya kita membiasakan diri untuk mengunakan sistem daur ulang pada sampah-sampah non organik.

Sudah saatnya bagi kita, penduduk bumi ini untuk memelihara bumi dengan baik. Masa industri telah memberi pelajaran bagi kita yang merasakan akibat pemanasan global sekarang.

BAB 3: PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Buruknya pengaruh pemanasan global adalah karena ulah manusia sendiri. Sebenarnya ada berbagai macam cara untuk mengatasi pemanasan global.Namun yang terpenting adalah kesadaran dari diri kita seniri untuk tidak memelihara bumi ini.

3.2 Saran
Pemerintah seharusnya memikirkan langkah-langkah yang strategis untuk mengatasi masalah pemanasan global.Masyarakat juga dituntut untuk sadar dan waspada dalam mengahadapi akibat yang lebih buruk lagi.

DAFTAR PUSTAKA

• www.sekolahindonesia.com
http://climatechange.menlh.go.id/
• www.wwf.or.id
• www.tlitb.org 


dibuat sama nathania n consistania (orangnya minta ditulis.. XD.gif)






--------------------
Top
aozora
Posted: Apr 14 2007, 05:31 PM


The Great Junker


Group: Members
Posts: 201
Member No.: 9
Joined: 6-April 07



yg jelas, usia bumi makin tua...

hmm.. earth be hot to getting cold...


masuk akal juga..

uki kyknya yg km maksud siklus hidrologi deh..

tapi ga tau lho klo salah, cuma kemungkinan besar ituh.. karena berhubungan dengan air..

ak juga pernah bikin makalah tuk tugas BSI tentang lingkungan Indonesia..


--------------------
user posted image
Top
Ikusawa
Posted: May 16 2007, 03:39 PM


Administrator
Group Icon

Group: Admin
Posts: 377
Member No.: 1
Joined: 14-March 07



kacian itu pinguin2.. huaa.gif


--------------------
Top


Topic Options



Hosted for free by InvisionFree (Terms of Use: Updated 7/7/05) | Powered by Invision Power Board v1.3 Final © 2003 IPS, Inc.
Page creation time: 0.0507 seconds | Archive
place to junk!
Junkerz Heaven Bar administrator: Ikusawa and Uki uki